<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dr. zainal gani &#8211; Best Extra Virgin Coconut Oil</title>
	<atom:link href="https://vicobagoes.com/tag/dr-zainal-gani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://vicobagoes.com</link>
	<description>Vico Bagoes &#124; info +62 8123536872</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jun 2016 20:27:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.1</generator>
	<item>
		<title>Sharing dr. Zainal Gani di Coconut International Conference</title>
		<link>https://vicobagoes.com/sharing-dr-zainal-gani-di-coconut-international-conference/</link>
					<comments>https://vicobagoes.com/sharing-dr-zainal-gani-di-coconut-international-conference/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[vicobagoes]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2016 20:26:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[vco]]></category>
		<category><![CDATA[balai penelitian manado]]></category>
		<category><![CDATA[dr. zainal gani]]></category>
		<category><![CDATA[international conference]]></category>
		<category><![CDATA[seminar kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[vco untuk diabetes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://vicobagoes.com/?p=1173</guid>

					<description><![CDATA[dr.Zainal Gani berasal dari Malang, Jawa Timur. Beliau lulus sebagai dokter umum pada tahun 1978), aktivitas saat ini sebagai penggiat gerakan nasional santan eksklusive serta memproduksi Extra virgin coconut oil. dr. Zainal Gani menderita diabetes sekitar 37 tahun yang lalu, gula darah beliau pada waktu itu 170 mg/dL dan sejak saat itu harus menghindari makanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://vicobagoes.com/sharing-dr-zainal-gani-di-coconut-international-conference/">dr.Zainal Gani</a> berasal dari Malang, Jawa Timur. Beliau lulus sebagai dokter umum pada tahun 1978), aktivitas saat ini sebagai penggiat gerakan nasional santan eksklusive serta memproduksi Extra virgin coconut oil. </p>
<p><em>dr. Zainal Gani</em> menderita diabetes sekitar 37 tahun yang lalu, gula darah beliau pada waktu itu 170 mg/dL dan sejak saat itu harus menghindari makanan yang manis dan mengambil pengobatan diabetes. Setelah beberapa tahun dengan obat diabetes, tidak ada penurunan pada gula darah, gula darah puasa di atas 150 mg/dL. Dimasa yang saja juga sering mencoba obat diabetes alternatif lain, tetapi tidak ada penurunan kadar gula darah yang berarti. Meskipun mengambil pengobatan rutin, diet yang ketat dan disertai olahraga, gula darah puasa semakin meningkat pada 315 mg/dL dan menyebabkan beberapa komplikasi (gangrene, rambut rontok, berat badan turun 10 kg). Kondisi fisik akibat diabetes beliau membuat fisik semakin lemah.</p>
<p>Pada tahun 2004, <strong>dr. Zainal Gani</strong> mengikuti Pekan Nasional KTNA di Bukit Inspirasi, Tomohon. Salah satu awal mengenal minyak kelapa atas informasi dari Ketua Kelompok Tani Manado bernama Pak Umpel. Menurut Pak Umpel, beliau  menjual manfaat dari VCO, atas manfaat dari asam laurat dan tokoferol sehingga berkhasiat obat.</p>
<p>Setelah kembali ke Malang dan setelah membaca buku “Coconut Oil For Your Health,” oleh Murray Price, Phd., dr. Zainal mengukur gula darah puasa 260 mg/dL. Kemudian beliau inisiatif mencoba mengkonsumsi makanan serba kelapa. Pada keesokan paginya, gula darah puasa turun menjadi 165 mg/dL. <strong>Dengan pengalaman ini, tentu membuat dr. Gani terkejut, kaget dan bingung karena selama menjalani profesi dokter, banyak menerima banyak informasi yang salah </strong>dari berbagai media kesehatan menyatakan bahwa minyak kelapa adalah lemak jenuh yang sangat berbahaya bagi kesehatan.</p>
<blockquote><p>Apakah anda tahu bahwa Indonesia memiliki perkebunan kelapa terbesar di dunia dengan luas 3,88 juta hektar?</p></blockquote>
<p>Tetapi kebanyakan orang masih takut untuk mengkonsumsi makanan yang terbuat dari kelapa, ini karena banyak orang, bahkan kalangan medis yang menyebarkan informasi yang salah tentang lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh dan dapat menyebabka penyakit jantung. </p>
<p>Kenyataannya, sekitar 92% asam lemak dalam minyak kelapa adalah minyak jenuh. Tidak benar bahwa lemak jenuh menyebabkan penyakit jantung. <strong>Selain itu asam laurat pada minyak kelapa adalah kandungan yang sama dalam Air Susu Ibu, yang sangat berguna untuk membunuh jamur, bakteri, virus dan parasit penyebab banyak penyakit.</strong> </p>
<p>dr. Zainal Gani menderita diabetes. Sejak mengetahui manfaat luar biasa dari minyak kelapa, beliau konsumsi rutin Extra Virgin Coconut Oil sehari-hari. Beliau tidak lagi mengkonsumsi nasi, kentang, atau makanan lain yang tinggi karbohidrat. <strong>Setiap hari beliau konsumsi 100 ml VCO untuk energi di aktivitas yang padat</strong>. Disamping itu, VCO juga dapat digunakan untuk lotion badan dan rambut, tetes mata, tetes telinga, dan banyak lagi-lainnya.</p>
<p>Kini, selain memproduksi <a href="https://vicobagoes.com">Vico Bagoes</a>, dr. Zainal Gani juga aktif mengkampanyekan penggunaan kelapa dan santan (coconut milk) untuk kesehatan. Beliau menulis buku &#8220;Gerakan Nasional Santan Ekslusive&#8221; yang bukunya juga bisa di dapatkan di <a href="http://sahabatkelapa.org">http://sahabatkelapa.org</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://vicobagoes.com/sharing-dr-zainal-gani-di-coconut-international-conference/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jakarta Post : Coconut Craze Science fact  or diet fad</title>
		<link>https://vicobagoes.com/jakarta-post-coconut-craze-science-fact-or-diet-fad/</link>
					<comments>https://vicobagoes.com/jakarta-post-coconut-craze-science-fact-or-diet-fad/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[vicobagoes]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2015 00:26:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[manfaat vco]]></category>
		<category><![CDATA[vco]]></category>
		<category><![CDATA[coconut]]></category>
		<category><![CDATA[coconut oil]]></category>
		<category><![CDATA[dr. zainal gani]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta post]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://vicobagoes.com/?p=305</guid>

					<description><![CDATA[Liputan asli dapat disimak di web Jakarta Post Banyak orang asing yang belajar Bahasa indonesia kebingungan antara Kelapa da Kepala. Salah satu buah tropis yang sangat terkenal adalah kelapa atau cocos nucifera, sedangkan kepala adalah bagian dari tubuh manusia. Tidak mengherankan Zainal Gani, yang juga dijuluki “Doctor Coconut” atau Dokter Kelapa. Tetapi beliau lebih senang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/05/jakarta-post.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/05/jakarta-post.jpg" alt="jakarta post" width="241" height="257" class="alignright size-full wp-image-306" /></a>Liputan asli dapat disimak di web <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2015/04/29/coconut-craze-science-fact-or-diet-fad.html" target="_blank">Jakarta Post</a></p>
<p>Banyak orang asing yang belajar Bahasa indonesia kebingungan antara Kelapa da Kepala.<br />
Salah satu buah tropis yang sangat terkenal adalah kelapa atau cocos nucifera, sedangkan kepala adalah bagian dari tubuh manusia. </p>
<p>Tidak mengherankan Zainal Gani, yang juga dijuluki “Doctor Coconut” atau Dokter Kelapa. Tetapi beliau lebih senang jika dikenal dengan “Doctor Santan” saja. Atau jus yang terbuat dari daging kelapa, bagian dalam dari buah kelapa. </p>
<p>Pensiunan kepala rumah sakit di Malang itu sangat yakin kandungan gizi dan nutrisi dari kelapa, terutama santan dan minyak kelapa / virgin coconut oil [<a href="https://vicobagoes.com/jakarta-post-coconut-craze-science-fact-or-diet-fad/" target="_blank">VCO</a>], sebagai solusi berbagai masalah kesehatan. </p>
<p>dr Zainal Gani, 69, tetap sehat dan fit walau menderita diabetes Type 2 lebih dari 30 tahun, yang kemungkinan penyakit keturunan.</p>
<p>Kelainan metabolisme tubuh mengakibatkan tingginya kadar gula dalam darah, dan dapat dikontrol dengan olahraga teratur serta diet yang ketat. Zainal Gani menghindari kopi, gula, nasi, minuman bersoda, dan memastikan mengkonsumsi 1 cangkir santan dan 1 sendok makan VCO. </p>
<p><strong><a href="http://bit.ly/1dyTrPW" target="_blank">VCO</a></strong> diproses dengan memisahkan air dari santan, dan menghindari proses fermentasi / enzimatis / kimia, sehingga didapatkan VCO yang memiliki aroma kelapa segar, berwarna bening, dan memiliki self life 2 tahun. </p>
<p>“Saya telah banyak melakukan riset, termasuk penelitian terbaru di luar, dan terbukti bahwa kelapa dapat meningkatkan kualitas kesehatan&#8221;, Menurut Zainal Gani. “Kelapa memiliki nutrisi tinggi, kaya akan vitamin dan serat, dan membantu untuk diet serta menjaga gula darah.&#8221;</p>
<p>Beliau juga menyadari banyak yang mengkritik tentang kandungan kelapa di barat, tapi menurutnya tidak memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat. </p>
<p><img decoding="async" src="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/05/2.jpg" alt="2" width="207" height="341" class="alignleft size-full wp-image-307" srcset="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/05/2.jpg 207w, https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/05/2-182x300.jpg 182w" sizes="(max-width: 207px) 100vw, 207px" />“Ketika saya praktek, mungkin 20%, selain kasus kecelakaan, dapat memiliki kesehatan yang lebih baik karena merubah pola makan dan diet, bukan karena konsumsi obat / pil,” Lanjut beliau.</p>
<p>“Hippocrates [Greek physician kuno] mengatakan : ‘Let food be thy medicine, and medicine thy food.’ Itulah filosofi saya.”</p>
<p>Ketika pensiun, Zainal dan istrinya, Arliek Rio Julia, yang juga seorang dokter, berkomitmen dan mendedikasikan keyakinannya dengan memproduksi minyak kelapa dengan merk VICO BAGOES. Produknya ditemukan seseorang di denpasar Bali, dan ditemukan oleh orang jepang yang sedang mencari produk <a href="http://goo.gl/6ZIAFK" target="_blank">VCO</a> di Indonesia. </p>
<p>Pebisnis Jepang tersebut telah membeli banyak contoh produk dari banyak produsen untuk membandingkan kualitas dan rasa. Produk Zainal pun terpilih. Dengan analisa lab dan registrasi produk yang ketat saat ini Vico Bagoes mensuplai secara rutin untuk pasar Jepang. </p>
<p>Permintaan dari Jepang meningkat lebih dari 2x lipat, tapi anak Zainal Gani, Arni Rahmawati, masih akan terus meningkatkan kapasitas secara bertahap dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.</p>
<p>“Kami saat ini merupakan satu-satunya produsen VCO dengan metode centrifugal yang di export ke Jepang,” menurut beliau. “Saat ini kebanyakan VCO di produksi oleh Philippines sebagai supplier terbesar. Pasar Jepang kurang tertarik dengan produk fermentasi, walau mungkin rendemennya lebih tinggi dibanding proses mekanis.”</p>
<p>Dalam 7 hari setiap hari, sekitar 30 orang mengolah 1000 kelapa yang didatangkan khusus dari Bali. Daging kelapa di keluarkan secara manual lalu diparut dengan mesin. Untuk mendapatkan santan menggunakan mesin screw press. Lalu VCO didapat setelah dilakukan proses centrifugal. VCO yang didapat berwarna bening seperti air. </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://vicobagoes.com/jakarta-post-coconut-craze-science-fact-or-diet-fad/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dr Zainal Gani, Pencipta Mesin Pengolah Santan Kelapa untuk Penyembuh Diabetes</title>
		<link>https://vicobagoes.com/dr-zainal-gani-pencipta-mesin-pengolah-santan-kelapa-untuk-penyembuh-diabetes/</link>
					<comments>https://vicobagoes.com/dr-zainal-gani-pencipta-mesin-pengolah-santan-kelapa-untuk-penyembuh-diabetes/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[vicobagoes]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2015 00:07:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[vco]]></category>
		<category><![CDATA[dr. zainal gani]]></category>
		<category><![CDATA[proses membuat vco]]></category>
		<category><![CDATA[VCO]]></category>
		<category><![CDATA[virgin coconut oil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://vicobagoes.com/?p=299</guid>

					<description><![CDATA[Note. Berita cetak di harian Radar Malang. Tiga puluh enam tahun jadi penderita diabetes, dr Zainal Gani Apk akhirnya sembuh berkat santan kelapa murni. Lalu, dia memproduksi virgin coconut oil (VCO) dengan mesin ciptaannya sendiri dengan metode pendinginan. Kampus dari Malaysia, Filipina, India, Spanyol, Swiss, Jerman, hingga Jepang pun tertarik mengunjungi pabrik VCO ini. Rumah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Note. Berita cetak di harian Radar Malang.</p>
<p><strong>Tiga puluh enam tahun jadi penderita diabetes, dr Zainal Gani Apk akhirnya sembuh berkat santan kelapa murni. Lalu, dia memproduksi virgin coconut oil (VCO) dengan mesin ciptaannya sendiri dengan metode pendinginan. Kampus dari Malaysia, Filipina, India, Spanyol, Swiss, Jerman, hingga Jepang pun tertarik mengunjungi pabrik VCO ini. </strong>  </p>
<p>Rumah produksi virgin coconut oil (VCO) di Kota Malang ini memiliki tempat yang cukup luas, sekitar 2.000 meter persegi. Pabrik yang dibangun dengan bahan mayoritas kayu itu cukup rindang atmosfer yang berbeda. Sebab, lebih mirip dengan guest house dibandingkan pabrik.</p>
<p>Di sebelah kiri gerbang terdapat padepokan dengan suasana yang nyaman dan luas, khas bangunan tempo dulu. Baru agak masuk tampak bangunan besar yang difungsikan sebagai pabrik. Di dalam pabrik pun, walaupun kondisi masih pagi, yakni sekitar pukul 08.30, kesibukan sudah terlihat dari karyawan yang didominasi oleh perempuan. ”Aktivitas di sini sudah mulai pukul 06.30,” kata Gani, yang rumahnya juga berada di kompleks pabrik tersebut.</p>
<p>Macam-macam yang dilakukan karyawan tersebut, mulai dari memisahkan kelapa dengan tempurungnya, memarut kelapa dengan mesin khusus, memeras kelapa, dan menghasilkan santan, kemudian mendinginkan santan dengan mesin khusus yang dia ciptakan sendiri. Kemudian diproses lagi hingga menghasilkan VCO. <strong>”Prosesnya memang cukup lama. Produk yang dihasilkan memang bagus,”</strong> terang dokter pensiunan dinas kesehatan sejak 2002 lalu ini.</p>
<p>Gani mengatakan, awal mula perkenalannya dengan VCO ini saat tahun 2002 lalu mendatangi pameran yang ada di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, di Karangploso, Kabupaten Malang. Saat itu dia mendapatkan informasi dari salah satu profesor yang meneliti mengenai VCO ini. Bahwa, minyak kelapa murni ini memiliki banyak sekali kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.</p>
<p>Salah satunya bisa mengobati diabetes dan bagus untuk jantung. Bagi orang yang sudah menderita diabetes selama 36 tahun, tentu saja hal ini seolah menjadi angin segar bagi kesehatannya. <strong>”Ketika saya tanya ke asisten penelitinya, kok bisa VCO mengobati berbagai penyakit, khususnya diabetes. Dia hanya menjawab ’pokoknya bisa’. Sangat tidak ilmiah. Saya tidak puas,”</strong> ujar pria yang studi kedokterannya dalam kurun waktu 13 tahun ini.</p>
<p>Rupanya takdir yang mempertemukan VCO dengan Gani. Sebab, pada tahun 2004 ketika dia dan rombongan dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Malang berkunjung ke Tondano, Sulawesi Utara, dalam rangka Pekan Nasional, dia kembali bertemu dengan si minyak ajaib ini. Saat itu, yang mempromosikan manfaat VCO adalah ketua Kelompok Tani Manado yang bernama Umpel. Dari dialognya dengan Umpel yang hanya lulusan SMP itu, dia mendapatkan jawaban secara ilmiah mengenai manfaat VCO.</p>
<p><strong>”Pak Umpel menjelaskan bahwa dalam VCO terkandung zat tokoferol yang merupakan vitamin E dosis tinggi yang bermanfaat sebagai antioksidan. Tokoferol merupakan obat jantung paling murah. Saya tertarik,”</strong> ujar dia.</p>
<p>Selain itu, VCO yang berasal dari santan kelapa murni juga mengandung zat yang bernama lauric acid. Lauric acid adalah zat yang ditemukan di dalam air susu ibu, sehingga bisa dibilang santan kelapa semurni ASI. ”Banyak sekali manfaatnya. <strong>Sebenarnya orang bisa sehat hanya dengan rajin mengonsumsi santan kelapa saja,</strong>” terangnya.</p>
<blockquote><p>”Sebab, banyak manfaat santan untuk kesehatan. Sudah saya buktikan dan aman untuk segala usia dan kesehatan. Konsumsi santan adalah hak orang untuk sehat,” jelas dr Zainal Gani.</p></blockquote>
<p>Mulai tahun 2004, dia mulai memproduksi <a href="https://vicobagoes.com" target="_blank">Virgin Coconut Oil</a>. Saat itu, tidak ada guru bagi dokter yang pernah berdinas selama tiga tahun sebagai dokter militer, sejak 1979–1982 ini. Dia mencoba untuk membuat VCO dengan metode fermentasi. Metode fermentasi merupakan proses pemisahan antara air dari santan kelapa dengan minyaknya.</p>
<p>Sebab, VCO merupakan minyak murni bening selayaknya air minum. Untuk metode fermentasi ini, santan kelapa dibiarkan busuk dalam kurun waktu sekitar sehari semalam. Namun sayangnya, VCO yang dihasilkan baunya busuk dan tidak enak dikonsumsi. ”Saya saja meminumnya perut saya kembung. Akhirnya, proses VCO dengan fermentasi tidak saya lanjutkan,” terangnya.</p>
<p>Setelah itu, dia mencoba untuk meminum satu gelas santan kental. Dia ingin mengetahui efek yang dia rasakan terhadap penyakit diabetes yang dideritanya jika diberi santan kelapa. Awalnya, kadar gula darahnya mencapai 265, tapi setelah meminum satu gelas santan kental, keesokan harinya setelah dia cek, gula darahnya turun menjadi 165. ”Dalam semalam turun hingga 100. Padahal, selama saya mengonsumsi obat tidak pernah turun sebanyak itu. Dulu rambut saya sampai rontok dan tubuh saya kurus sekali,” terangnya.</p>
<p><a href="https://vicobagoes.com"><img decoding="async" src="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/04/Dr-Zainal-Gani-Apk.jpg" alt="Dr-Zainal-Gani-Apk" width="320" height="260" class="alignright size-full wp-image-300" srcset="https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/04/Dr-Zainal-Gani-Apk.jpg 320w, https://vicobagoes.com/wp-content/uploads/2015/04/Dr-Zainal-Gani-Apk-300x244.jpg 300w" sizes="(max-width: 320px) 100vw, 320px" /></a>Berkaca dari pengalaman itu, akhirnya dia semakin giat untuk mengembangkan VCO. Metode fermentasi sudah tidak dia lakukan lagi. Dia terus mencoba, salah satunya menggunakan metode pemanasan bertingkat. Untuk metode yang satu ini, juga tidak dia lakukan. Sebab, menurutnya, akan mengubah kandungan dari VCO. Setelah mencoba secara otodidak, akhirnya dia memutuskan untuk membuat <strong>VCO dengan metode cold press &#8211; centrifuge</strong>.</p>
<p>Dasar pemikirannya cukup sederhana. Jika santan yang mengandung minyak diatur pada suhu tertentu, maka akan lebih mudah dipisahkan antara minyak dan airnya. ”Saya eksperimen selama kurang lebih enam bulan, mulai pertengahan 2003. Setiap hari mencoba hingga tidur pukul dua dini hari. Saya juga sudah menghabiskan 8 mesin untuk eksperimen yang saat itu masih belum saya temukan literaturnya,” ujarnya.</p>
<p>Dari hasil eksperimennya, bisa disimpulkan bahwa VCO juga bisa dihasilkan melalui metode baru ini. Lalu pada tahun 2004 dia mulai memproduksi VCO dengan metode ini. Hingga kini dia sudah menciptakan lima mesin yang merupakan mesin rancangannya sendiri dengan desain yang dia buat sendiri. Semua mesinnya berbahan dasar stainless steel dan dibuat oleh pemilik bengkel rumahan yang ada di lingkungan rumah produksinya. Lima mesin itu adalah alat chilled, alat de emulsi flyer, alat sentrifugal, alat evaporate, dan terakhir alat penyaring.</p>
<p>Untuk VCO hasil olahan Gani, sudah dipesan oleh perusahaan Jepang. Pesanan cukup banyak dalam sebulan. Dia menjelaskan, santan kelapa yang sudah diperas dimasukkan ke alat, dengan kapasitas 75 liter. Selama 11 tahun sejak tahun 2011, suami dr Alik Rio Yulia ini mempopulerkan VCO dengan metode ini. Usahanya awalnya mendapatkan cibiran dari banyak orang. Namun sekarang sudah bisa dirasakan manfaatnya.</p>
<p>Tak tanggung-tanggung, alat dan metode yang dia ciptakan ini memantik perhatian warga internasional. Bahkan, metodenya dinilai sebagai metode pertama di dunia. Alatnya juga belum pernah ditemukan di Asia Pasifik.<br />
Ceritanya, sekitar tahun 2009 lalu, pabriknya mendapatkan kunjungan dari <strong>Asian Pasifik Coconut Community (APCC)</strong> dan mendapatkan pujian dari Romulo H Arancon, Excecutive Director. Menurut Gani, Romulo lah yang mengatakan bahwa alat yang diciptakan Gani merupakan pertama dan satu-satunya di Asia Pasifik. ”Pak Romulo sudah berkeliling ke negara-negara di Asia Pasifik. Dari hasil kunjungannya itu, dia tidak pernah menemukan mesin VCO dengan metode ini,” terangnya.</p>
<p>Tidak hanya itu saja, mesin rancangannya ini juga mendapatkan pujian dari pengusaha mesin dari India, saat kunjungan ke pabriknya. Tidak berhenti sampai di sana, pabriknya juga sering mendapatkan kunjungan dari luar negeri. Mulai dari Jepang, Filipina, India, Spanyol, Swiss, Jerman, hingga Malaysia. Bahkan, juga sudah memberikan pelatihan untuk orang dari Filipina dan Malaysia mengenai cara terbaik membuat VCO.</p>
<p>Bahkan, salah satu pengusaha asal Jepang, memesan banyak VCO dalam sebulan. ”Tapi produksi saya terbatas dalam satu bulan. Saya tidak bisa meng-cover permintaan tersebut,” terangnya.</p>
<p>Saat wartawan koran ini asyik berbincang, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan empat orang tamu. Yakni Pauline Puspita Claudie dan Beleven Khriamawan yang merupakan dosen dari FK UB. <strong>Mereka membawa tamu dari Universitas Miyazaki Jepang Prof Yuko Shiraisi dan Miyuko Nombu.</strong> Shiraisi mengatakan, kunjungannya ke pabrik Gani selain untuk menyaksikan lebih dekat proses pembuatan VCO, juga untuk menjalin kerja sama riset. ”Saya ingin menjalin kerja sama riset namun masih belum tahu untuk bidang apa. Maka dari itu sekarang saya mengunjungi pabrik ini,” terangnya dalam bahasa Jepang bercampur bahasa Inggris.</p>
<p>Sementara itu, Nombu mengatakan bahwa di Jepang VCO sangat populer namun harganya mahal. ”Satu liter Rp 600 ribu,” terangnya juga dalam bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Untuk menghasilkan 1 liter VCO, dibutuhkan sekitar 20 butir kelapa. Artinya, dalam sebulan dibutuhkan 40 ribu butir kelapa. ”Saya memesan kelapa khusus dari Bali. Karena kualitas yang baik,” jelas dia.</p>
<p>Lantas apa motivasi Gani mengkampanyekan konsumsi santan eksklusif dan VCO. Padahal di dunia medis santan sangat dilarang mengonsumsi santan bagi penderita diabetes dan banyak penyakit lainnya. ”Sebab, banyak manfaat santan untuk kesehatan. Sudah saya buktikan dan aman untuk segala usia dan kesehatan. Konsumsi santan adalah hak orang untuk sehat,” jelas dia. (ika/c1/lia)</p>
<p>Berita asli bisa didapat di website harian <a href="http://radarmalang.co.id/dr-zainal-gani-apk-pencipta-mesin-pengolah-santan-kelapa-untuk-penyembuh-diabetes-jantung-12713.htm" target="_blank">Radar Malang</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://vicobagoes.com/dr-zainal-gani-pencipta-mesin-pengolah-santan-kelapa-untuk-penyembuh-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
